Banyak UMKM memulai logo dari aplikasi desain di HP: ketik nama usaha, pilih font yang “kelihatan bagus”, lalu langsung dicetak di spanduk dan stiker. Tidak salah — tapi font yang dipilih asal cocok sering membuat usaha terlihat seperti template, dan susah dibedakan dari pesaing di sebelahnya.
Kabar baiknya, memilih font logo yang tepat tidak butuh agensi mahal. Cukup tahu tiga hal: kesan apa yang ingin ditampilkan, di mana logo akan dipakai, dan lisensi apa yang dibutuhkan.
Langkah 1: Tentukan kesan usaha Anda
Tulis tiga kata yang menggambarkan usaha Anda. Contoh: “hangat, rumahan, enak” untuk usaha kue; “bersih, terpercaya, profesional” untuk klinik; “berani, modern, muda” untuk brand fashion. Tiga kata ini yang akan menyaring pilihan font.
- Serif (ada “kaki” di ujung huruf) — kesan mapan, elegan, premium. Cocok untuk klinik kecantikan, butik, hotel, notaris.
- Sans serif (tanpa kaki) — modern, bersih, mudah dibaca. Cocok untuk startup, toko online, jasa, kesehatan.
- Script / tanda tangan — personal, hangat, feminin. Cocok untuk owner brand, MUA, fotografer, kue rumahan.
- Display / tulisan tangan lucu — ceria dan penuh karakter. Cocok untuk kuliner, minuman kekinian, produk anak.
Langkah 2: Coba nama usaha Anda
Ketik nama usaha Anda di kotak di bawah. Perhatikan bagaimana kesannya berubah di setiap font — inilah cara tercepat menemukan yang paling “kamu”.
-
Dapur Bunda
-
Dapur Bunda
-
Dapur Bunda
-
Dapur Bunda
-
Dapur Bunda
-
Dapur Bunda
Contoh pilihan font per jenis usaha
Kuliner, kafe, minuman kekinian
Pilih font yang bulat dan ramah seperti Blamtami atau Kunir Madu untuk nama, lalu font sans bulat seperti Clevicute untuk menu dan harga.
Klinik kecantikan, skincare, salon
Serif elegan seperti Endaley untuk nama klinik, ditambah tanda tangan seperti Reideva untuk sentuhan personal — misalnya “by dr. Sari”.
Fashion dan butik
Serif ramping seperti Poertanima memberi kesan majalah fashion, cocok untuk label baju dan feed Instagram yang rapi.
Jasa, konsultan, toko online
Sans serif yang seimbang seperti Kunire Grotesk atau Gladeston terlihat profesional dan tetap terbaca di ukuran kecil.
Langkah 3: Tes di tempat sebenarnya
- Ukuran foto profil: kecilkan logo seukuran foto profil Instagram atau WhatsApp Business. Masih terbaca?
- Satu warna: cetak hitam putih. Logo yang bagus tidak bergantung pada warna atau efek.
- Stiker dan kemasan: cetak contoh di kertas stiker. Huruf yang terlalu tipis sering hilang saat dicetak.
Langkah 4: Pastikan lisensinya benar
Font yang dipakai di logo usaha termasuk penggunaan komersial, walaupun usaha Anda masih kecil. Untuk logo, pilih Logo License di halaman font. Untuk poster, postingan media sosial, dan kemasan sampai 1.000 pcs, Desktop License sudah cukup. Masih bingung? Gunakan panduan lisensi kami — cukup jawab dua pertanyaan.
Belum yakin font mana yang cocok? Coba Font Finder: pilih jenis usaha Anda, dan nama usaha Anda langsung ditampilkan di font yang sesuai.



