Font tanda tangan — atau font signature — sedang banyak dipakai oleh MUA, fotografer, pemilik klinik, coach, sampai owner bisnis online. Alasannya sederhana: nama yang ditulis seperti tanda tangan terasa personal, seolah pemiliknya sendiri yang membubuhkannya.
Masalahnya, banyak font signature gratis yang dipakai ribuan orang. Hasilnya, brand jadi terlihat pasaran. Berikut cara memilih dan memakainya dengan benar.
Coba nama Anda sendiri
Ketik nama Anda, lalu tekan Phone size (ukuran HP) untuk melihat apakah masih terbaca saat kecil — misalnya sebagai foto profil Instagram.
-
Nadia Putri
-
Nadia Putri
-
Nadia Putri
-
Nadia Putri
-
Nadia Putri
-
Nadia Putri
Di mana font tanda tangan paling cocok
- Logo personal brand: nama MUA, fotografer, desainer, atau dokter.
- Watermark foto: kecil, berwarna putih, di sudut foto.
- Stiker dan kartu ucapan: “Terima kasih sudah belanja!” di setiap paket.
- Penutup konten: tanda tangan di slide terakhir carousel Instagram.
Lima aturan agar tidak terlihat murahan
- Pendek saja. Satu atau dua kata. Font signature tidak untuk paragraf.
- Jangan huruf kapital semua. Huruf besar script dirancang untuk awal kata, bukan untuk berjejer.
- Pasangkan dengan font tenang. Sans tipis seperti Eficena untuk nama jasa dan kontak.
- Gunakan huruf alternatif. Coba versi lain huruf pertama dan terakhir nama Anda di tester pada halaman font, agar lebih mirip tulisan tangan sendiri.
- Tes di ukuran kecil. Kalau di foto profil berubah jadi coretan, pilih yang lebih sederhana (monoline).
Lihat di kartu nama
Lisensi untuk font tanda tangan
Untuk logo, pilih Logo License. Untuk konten media sosial yang tidak dimonetisasi, kartu, dan stiker, Desktop License sudah cukup. Kalau konten Anda menghasilkan uang (endorse, affiliate, YouTube), pilih Monetized License. Banyak font signature kami juga bisa dicoba dulu dengan lisensi Personal Use seharga $1.
Lihat semua font signature kami, atau baca panduan lengkap dalam bahasa Inggris.



